[KINGMI] DI TANAH PAPUA
KLASIS TIGI
JEMAAT BETHANI BOMOU
I DAN SEKITARNYA
SEJARAH GEREJA KINGMI
JEMAAT BETHANI BOMOU I DAN SEKITARNYA
A. MASA PERINTIS GEREJA KEMAH INJIL
DAERAH TIGI
Delapan puluh tahun yang lalu, Tahun
1928 Dr. R.A. Jafray beserta rombongan datang ke Indonesia dan tiba di Boreno
yang bernama pulau Kalimantan sekarang, untuk mengabarkan Injil Tuhan.
Tahun 1936 seorang pilot Belanda yang
bernama Letnan Komandan F.J. Wisel, dengan memakai Pesawat untuk melakukan survei
udara dan menemukkan tiga buah Danau Wissel yaitu Tigi, Tage dan Paniai.
Pilot F.J. Wissel melaporkan hasil survei
disekitar danau-danau Wissel kepada misi CAMA Pusat. Maka Pdt. Dr. Robert
Alexander Jafray mengadakan sebuah kegiatan konferensi di Malino (Sulawesi).
Dalam konferensi tersebut ditawarkan dan
diputuskan bahwa Pdt. Walter Post dan Pdt. Russel Deibler ditempatkan
dipedalaman Irian Jaya maka menuju kearah timur Pantai Selatan Papua dengan
memakai kapal laut dan tiba dikali UTA muara kali Yawei, pada tanggal 24
Desember 1938. Pelabuhan UTA merupakan pintu masuk Injil di Tanah Papua.
Setelah mereka tiba di pelabuhan UTA
Pdt. Walter Post kembali ke Makassar karena lupa sepatu.
Pdt. Russel Deibler serta rombongan
Pemerintah Hindia Belanda berjalan kaki menembus hutan tropis, mendaki
gunung-gunung, menurun lembah dan menyeberang sungai sampai tiba di Adaikunu
bertemu dengan “Bpk Nikayaitawi Yine” telah menggenapi penglihatan misi
Allah bahwa “Tibiikapai meitagi” artinya manusia kulit putih akan
datang.
Rombongan Pdt. Deibler tiba di Woyakouda
ketemu dengan beberapa masyarakat Bomou antara lain Makidaitawi Pekei, Kopaade
Pakage, Todoyade Giay dan Pekamoye Pekei, pada saat mereka sedang
mencari Kulit Genemo atau Damiyo.
Perjalanan mereka berjalan terus sampai
tiba di Ideego bertemu dengan ada beberapa tokoh masyarakat Piniibo dan
Badokapa bersama rombongan makan jamuan bersama sambil tanam patok tanda untuk
membangun gedung gereja.
Nikayaitawi
Yine
menerima mereka dengan hati terbuka dan makan bersama-sama, Perjalanan mereka
terus berjalan sampai di Kokakotu bertemu dengan Bpk Yawetewode Pinibo dan
Ekakoto Pinibo mengatakan bahwa “Akiki mei mega-mega, aniki tou
mega-mega” Artinya “kamu pendatang, saya orang asli”.
Akhirnya perjalanan sampai di Kokobaya
bertemu dengan Ibopade Pakage dan masyarakat sekitarnya dan Ibopade Pakage mempersembahkan seekor babi
kepada misi CAMA dan Pemerintah Belanda, mereka masak babi tersebut dirumah
Weyakebo Mote di Yaba.
Tanggal 13 Januari 1939 tiba di
Enarotali. Tanggal tersebut adalah Hari Injil Empat Berganda di Tanah Papua.
Pada umumnya sejarah Pertumbuhan Kemah
Injil Gereja Masehi Indonesia Daerah Tigi dan sekitarnya sangat serius menerima
Injil sebagai suatu pedoman hidup.
Daerah Tigi merupakan salah satu daerah
asing disebutkan dalam Pembacaan Sejarah Gereja
Kemah Injil di Tanah Papua.
Dan selanjutnya rombongan Pdt. Walter
Post dan Christian David Paksoal menempuh jalan melalui Kugiaidimi, Tenedagi
dan Yaba, oleh karena itu daerah Tigi merupakan pintu Injil masuk dipegunungan
Papua dan pesisir Pantai.
Ditinjau dari sisi lapangan kerja dalam
tahun 1939-1949, konsentrasi misi pelayanan CAMA hanya diprioritaskan disekitar
danau Paniai dan daerah bagian timur (Suku Moni), karena beberapa alasan, yaitu
: yang pertama: Tenaga Penginjil masih kurang, kedua : Karena
pembagian wilayah kerja antara Misi Katolik dan Misi CAMA, ketiga :
karena hati orang-orang Tigi dan sekitarnya masih belum siap untuk menerima
Injil, sebab belum ada waktunya.
Pada tahun 1939-1949 Misi Katolik (Pater
Herman Tillermans menjangkau Daerah Tigi). Beliau telah membuka Lima (5) tempat
persekolahan sebagai pusat pewartaan Injil seluruh wilayah sekitar Danau Tigi
yaitu, Yaba, Waghete, Meyapa, Okomo dan Diyai.
Pada tahun 1947 Misi Katolik (Pater
Herman Tillermans) pertama kali datang di Iida (Bomou) untuk membuka Pos Pewartaan
Injil akan tetapi ditolak oleh Degemou
Pekey. Kedua kali Pater Herman Tillermans datang di Aiyai Bagata (Bomou), untuk menawarkan Pos
Pewartaan Injil dan membuka persekolahan Katolik, tapi masyarakat bersatu dan
sepakat dibawah pimpinan tokoh masyarakat atau Kepala Suku David Kotouki
tanyakan kepada misi katolik (Pater Herman Tillermans) bahwa bpk pater membawa
agama apa? Kata Pater aku membawa agama Katolik dengan cara berdoa atas nama
Bapa, Anak dan Rohkudus sambil memegang kepala, kedua bahu dan dada. David
Kotouki katakan bahwa “AKI PATOGA PEKA
KADI KIKO TEKA BUKAINE, WOOKA TEDING TUAPODITA PEKA BUGUMAIKA MEITAGI NAKI
EBUKAITA”. yang artinya : Saya
tidak menerima Bpk Pater yang cara
berdoa dengan buka mata dan berdiri akan tetapi saya akan menerima Bpk Pdt.
Zending yang akan datang berdoa dengan cara tutup mata dan berlutut.
Beberapa bulan kemudian Pater Herman
Tillermans dengan rombongan datang ke Bomou secara diam-diam untuk mengukur
lokasi membuka Pewartaan Injil sekaligus membuka lapangan terbang Cesna Ama batas
Amago sampai dengan Akouda (Ikiya pugi). Pater Herman Tillermans dengan rombongannya
sedang mengukur sampai di Aiyai bagata dapat ketemu dengan masyarakat lalu
David Kotouki mengatakan mengapa engkau masuk dengan diam-diam untuk mengukur,
sebab kami menolak bapak Pater Herman Tillermans, sehingga David Kotouki mengambil tindakan lalu menendang
Pater Herman Tillermans jatuh di parit.
Pater Herman Tillermans melaporkan
kepada HPB (Distrik) dan Detasemen (Polsek) Belanda. Dua hari kemudian David
Kotouki dipanggil oleh HPB dan Detasemen menghadap Pemerintah Belanda untuk
menyelesaikan masalahnya.
Didepan Pemerintah Belanda Pater Herman
Tillermans menawarkan lokasi untuk membuka Pos Pewartaan Injil kepada
masyarakat Bomou dengan barang-barang berharga yaitu kapak. David Kotouki
menyampaikan dengan sikap bahwa saya tidak akan menerima bapak selamanya dan
saya akan menerima Zending.
Sehingga
Pater Tillemans katakan kepada Masyarakat bahwa :
1.
Gerejamu akan
berkembang pesat.
2. Suatu kelak kamu digeser dan diusir jauh.
3. Barang-barang itu saya tidak akan tukar dan menjual serta tidak gunakan
lagi.
4.
Selamanya saya
tidak akan jalan kaki lewat Bomou tapi saya naik Perahu ke Meyepa dan Diyai.
Tahun 1946-1949 kesepakatan antara Misi
Katolik dan Misi CAMA diprakarsai oleh Pemerintah Belanda membagi wilayah
pelayanan yaitu : Bagian Barat dan Selatan pelayanan Misi Katolik dan Bagian
Timur dan Utara pelayanan Misi CAMA dan tanam patok batas pelayanan di Udadimi.
Pada Tahun
1948-1949
Hamba-hamba Tuhan pribumi yang selesai dari Sekolah
Persediaan Alkitab Enarotali diantaranya adalah : Putes Pakage, Petrus Dogoopia,
Salmon Pakage, Yohanes Pakage, Luther Adii, Lukas Yeimo, Ishak Kotouki dan Daan
Adii. Mereka tidak ditugaskan secara Organisasi melainkan diutus secara
survei tempat-tempat yang layak dibuka Pos Persekutuan Doa atau Sekolah Minggu dimasing-masing Kampung.
Pada Tahun 1949 Putes Pakage, Petrus Dogopia dan Salmon Pakage melakukan survei di Begapa bersifat Sekolah Minggu. Yohanes Pakage survei dan membuka Pos Persekutuan Doa
sementara di Damoti, lalu dipindahkan di Deneuto Dokoge.
Pada waktu yang sama Tomeipiwode Giay dan Elisa Edoway juga mengumpulkan
beberapa masyarakat disekitar Toputo Ipoupouda untuk bersaksi.
Pada tahun 1949 itu juga Bpk Zakheus
Pakage dan Bpk Karel Gobay pulang dari sekolah Alkitab Makassar tiba di Paniai.
Bpk Zakheus Pakage merasa Pelayanan itu
sangat penting dan terbeban maka Bpk Zakheus Pakage berani menghadap kepada
Pemerintah Belanda untuk meminta ijin, katanya “PELAYANAN PEMBERITAAN INJIL TIDAK PERLU DIBATASI OLEH SIAPA PUN
TETAPI BEBAS MENGINJILI DI DAERAH PANIAI”
Pada tahun 1949 Misi CAMA Tawarkan
kepada Bpk Zakheus Pakage untuk tugaskan Pelayanan dibagian Daerah Timur
(Paniai).
Tahun 1950 Bpk Zakheus Pakage mengajar
Sekolah Alkitab di Enarotali dan melayani dibagian Timur (Daerah Moni).
Beberapa kali Bpk Zakheus Pakage
menghadap kepada Pemerintah Belanda, Misi CAMA dan Misi Katolik namun tidak
ditanggapi serius akhirnya Bpk Zakheus Pakage meminta dengan tegas bahwa “Kulit
hitamku dikupas dan jadikanlah tubuhku menjadi kulit putih baru aku percaya,
kalau tidak mampu saya tetap membuka Pos Pekabaran Injil didaerah Tigi”.
Pada bulan awal Oktober 1950 masyarakat
Yibagouyoweta (Bomou III) bersama Kepala Suku Ipougai Pakage dengar bahwa Zakheus
Pakage hampir dibunuh oleh masyarakat moni di Homeyo, pada saat itu masyarakat
Yibagouyoweta (Bomou III) sepakat bersama pergi ke Enagotadi untuk menjemput Bpk
Zakheus Pakage.
Ipougai Pakage adalah Kepala Suku
menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Misi CAMA bahwa Ogai Zakheus Pakage ini
bukan orang Moni dan bukan orang Lani, tapi Dia adalah orang suku Mee, maka
kami datang menjemput supaya Ogai Zakheus melayani masyarakatnya sendiri di
Bomou, aspirasi tersebut diterima baik oleh Misi CAMA dan Pemerintah Belanda.
Pada tahun itu juga Misi Katolik dan Misi CAMA bersama Pemerintah Belanda
merapat kembali, untuk membicarakan pertimbangan tertentu, sehingga dampak
pintu pelayanan telah terbuka luas, lalu Pemerintah Belanda mengatakan
kepada kedua Misi bahwa “Siapa saja Kedua Misi akan melayani bebas didaerah
Wissel Meren”.
Dalam bulan November 1950, setelah
dibatalkan batas pelayanan di Udadimi Bpk Zakheus Pakage ditempatkan di Bomou
dan sekitarnya oleh Misi CAMA untuk memulai merintis daerah Tigi (Bomou), upaya
Zakheus Pakage hidupnya sama seperti orang lain, sesuai dengan visinya
“mengubah keadaan masyarakat dan menghadirkan nilai-nilai kerajaan Allah diantaranya
: Zakheus Pakage mengatur masyarakat dengan baik, pembangunan masyarakat
sebagai tanggung jawab bersama, berusaha kesejahteraan masyarakat dan
meningkatkan mutu kehidupan masyarakat bersama.
Gerakan Zakheus Pakage sangat cocok
sesuai masyarakat setempat tapi ada anggota masyarakat bergabung dengan
Ogai-ogai lain yang datang ke daerah Tigi untuk menjulukan pelayanan Zakheus
Pakage adalah “WEGEE BAGEE” atau kelompok perusak masyarakat. Oleh karena itu,
seluruh laki-laki masyarakat Bomou dan sekitarnya dikumpulkan oleh Ogai Zakheus Pakage di Yibagoyoweta tetapi para
perempuan dan anak-anak dikumpulkan oleh ogai-ogai dari (Misi CAMA, misi
Katolik dan misi lokal pribumi) di Yakagokebo sehingga muncul perasaan takut
maka ogai-ogai melaporkan kepada pemerintah Belanda bahwa gerakan Zakheus Pakage dan kelompoknya adalah gerakan
“WEGEE BAGEE”. akibatnya Zakheus Pakage berulang kali keluar-masuk penjara.
Bpk Zakheus Pakage memulai merintis,
menginjili Daerah
Tigi untuk menyiapkan lokasi yang cocok untuk membuka Pos Pekabaran Injil
sebagai pusat Penginjilan diwilayah bagian Barat dan Selatan sampai Pantai
Selatan.
Pada tahun 1950an itu juga Misi Katolik
terus menantang Misi CAMA dan Zakheus Pakage, sehingga Misi Katolik (Pater
CAMMAMER) tanamkan patok di Oneibo dan di Buwoudimi, katanya “Di bagian Barat
wilayah Kerja Misi Katolik dan bagian Timur wilayah kerja Zakheus Pakage dan
Misi CAMA.
Namun demikian Widiyaibi Giay dan
Yamekabi Giay menentang
tindakan itu, katanya, “Pater tidak berhak mengatur kami tetapi kami mengatur sendiri
tanah dan batas wilayah pelayanan” akibatnya Pemerintah Belanda penjarakan
tokoh-tokoh masyarakat selama 2 (dua) bulan di Waghete.
Dalam bulan November 1950 mengadakan rapat
gabungan Misi CAMA dan Misi lokal dan luar dari Paniai dan Misi lokal pribumi
bersepakat memulai pelayanan didaerah Tigi sesuai dengan kebutuhan.
Dalam rapat konferensi tersebut
ditawarkan kepada hamba Tuhan yang bersedia untuk merintis daerah Baru yang
pertama dirintis oleh Misi Katolik, akan tetapi semua hamba Tuhan baik Misi
CAMA maupun Misi Lokal dan luar Paniai dan Misi Lokal Pribumi tidak bersedia
merintis daerah baru (Tigi) dengan alasan, Pertama : Takut karena daerah baru,
Kedua : Takut karena batas pelayanan Wilayah Misi Katolik.
Roh kudus menggerakkan hati seorang
hamba Tuhan yakni : Pdt. Christian David Paksoal angkat tangan dari belakang
dan berkata bahwa saya (Christian David Paksoal) bersama keluarga bersedia
merintis daerah baru (Tigi) dan bersedia menanggung tantangan bersama dengan Zakheus
Pakage didaerah baru yang pertama kali dirintis oleh Misi Katolik itu.
Waktu itu Bpk Zakheus Pakage mengucapkan
syukur kepada Tuhan dengan mencucurkan air mata kedua bela pipi atas
bersedianya Bpk Pdt. Ch. D. Paksoal merintis daerah Tigi bersama dengan Bpk Zakheus
Pakage.
Pada tanggal 5 Desember 1950, Pdt.
Christian David Paksoal dan Pdt.. Einer Mickelson datang ke Yibagouyoweta
(Bomou III) menawarkan membuka Pos Pekabaran Injil, kita mulai buka di Yibagouyoweta
(Bomou III) tetapi Bpk Zakheus Pakage katakan fasilitas yang cocok, tempat yang
layak untuk membuka Pos Pekabaran Injil adalah di Bomou I (Yakagokebo) dimana
pusat manusia (Mee bokouda) yang sekarang disebut Bethani Bomou I yang
merupakan pusat penginjilan dibagian barat dan bagian selatan sampai pada
daerah pantai.
Setelah satu, dua hari Pdt. Ch D.
Paksoal dan Pdt. Einer Mickelson bersama Bpk Zakheus Pakage serta ada beberapa
tokoh masyarakat Bomou I, Bomou II dan Bomou III datang melakukan survei tempat
yang ditentukan yaitu Yakagokebo, lalu berdoa dan mengucapkan syukur kepada
Tuhan sambil tanamkan patok.
Bpk Pdt. Christian David Paksoal dan Pdt.
Einer Mickelson kembali ke Enarotali untuk mengikuti pesta Natal di Enarotali.
Pada bulan Januari 1951 Bpk Zakheus
Pakage mengutus dua orang murid yaitu; Degamoye (Adolof pakage) dan Eniyamoye
(Daud Kotouki). Eniyamoye (Daud Kotouki) katakana “Tindakan Iman kami menginjak
batas wilayah Udadimi dalam nama Allah, Yesus dan Rohkudus.
Dua orang Murid Zakheus Pakage tiba di Enarotali lalu menghadap Ch. D Paksoal, mereka dua masuk kedalam rumah Ch. D. Paksoal untuk memberitahukan tujuan mereka ke Enarotali, lalu Ch. D. Paksoal
mengatakan bahwa kedua Bpk datang kesini untuk membunuh aku? Dan mereka berdua
menjawab kami diutus oleh Ogai Zakheus Pakage kesini untuk menjemput Bpk dan
Keluargamu pergi ke Bomou, kemudian Ch. D Paksoal tanya kembali
lagi kepada kedua Bpk bahwa apakah di Bomou ada Ubi, Eto, Nomo dan Ekina? Kedua Bpk menjawab semua sudah ada dan lengkap jadi diantara kita akan saling membantu
dan memelihara dengan barang-barang itu.
Pada tanggal 11 Januari 1951 Pdt.
Christian David Paksoal bersama keluarga tiba di Bomou, (Iputakaapa) membawa
Peti Tabut Perjanjian. Setibanya sampai di
(Iputakaapa) Yakagokebo, Ch. D Paksoal memberikan Tabut perjanjian tersebut ke
tangan kedua murid Zakheus Pakage yakni Adolof Pakage, Daud Kotouki, sambil berkata bahwa “Ini Firman Yang Benar, Firman Yang Hidup memberikan kepada
kamu, kepada semua orang Bomou dan sekitarnya jadi pegang baik, piara baik sampai bertumbuh dan
berkembang”.
Ketika keluarga Pdt. Christian David
Paksoal dan Zakheus Pakage tiba di Yakagokebo (Iputakapa) Bomou disambut baik
dan dengan hati yang terbuka oleh ada beberapa tokoh masyarakat atas nama
seluruh masyarakat Bomou antara lain Manabi Pakage, Edupi Pakage, Beupi Pakage
Degamoye Pakage, Wilem Pakage, Okaiwiyai Pakage, Daniel Pakage, Ekadaibi
Pakage, Pakagepouga Pakage, Bedegamoye Pakage, Aiyaipi Pakage, Bipai Pakage, Dogopiapouga,
Amos Adii, Wopebi Pekei, Wogekai Edowai, Yatopi Kotouki, Iboyade Kotouki,
Witimaikawi Kotouki, Degemou Pekei, Daan Adii
dan Damoye Douw.
Degamoye Pakage dan Eniyamoye Kotouki
percayakan kepada Aiyaipi Pakage untuk menyerahkan tanah, sehingga Bapak
Aiyaipi Pakage menyerahkan tanah kepada Tuhan, tanah tersebut milik masyarakat
Begaapa.
Ch. D. Paksoal dan Zakheus Pakage serta
ada beberapa murid diantaranya Adolof Pakage
dan Daud Kotouki membuka Pos Pekabaran Injil di Bomou I (Yakagokebo) memulai
kegiatan bersaksi dan mengumpulkan warga Jemaat masyarakat dengan banyak cara
pelayanan. Setelah beberapa minggu kemudian, mulai ibadah hari minggu pagi di alam
yang terbuka lalu dipimpin oleh Pdt. Ch. D. Paksoal dan diterjemahkan oleh Bpk Zakheus
Pakage (ke dalam bahasa Mee) dengan jumlah pendengar 100 lebih orang dewasa
tidak termasuk anak-anak dan remaja.
Setelah beberapa bulan kemudian Bpk Pdt.
Ch. D Paksoal dan Bpk Zakheus Pakage bersama beberapa murid diantaranya
Degamoye Pakage, Eniyamoye Kotouki, Pipai Pakage dan Karel Koto kembali ke
Enarotali untuk mengambil alat peraga penginjilan seperti Almafon dan
lain-lain.
Tanggal 11 Januari merupakan Hari Ulang
Tahun Gereja Kemah Injil Bethani Bomou I khususnya dan pada umumnya beberapa
koordinator di wilayah Barat dan Selatan serta pantai Selatan.
Pelayanan Pdt. Ch. D. Paksoal dan Bpk Zakheus
Pakage berkembang cepat namun pihak Misi Katolik menantang terus, maka kata Pdt.
Ch. D. Paksoal bahwa keterbukaan hati masyarakat Bomou dan sekitarnya ada
kerinduan besar untuk mendengarkan firman Tuhan, sudah terlihat bahwa masyarakat
sambut positif setiap kali pemberitaan Injil.
Oleh karena itu, keputusan untuk membuka Pos Pekabaran Injil mulai dari
(Yakagokebo) Bomou I daerah Tigi adalah keputusan yang tepat dan dalam rencana
Allah untuk dituai.
Dalam tahun 1951 Bpk Zakheus Pakage
dengan Ch. D. Paksoal mempengaruhi masyarakat untuk menyelesaikan bangunan
gedung gereja dengan istilah (Ideowaa) yang menampungkan 300 lebih orang dewasa
tidak termasuk anak-anak. Yang pertama menyiapkan papan cincang untuk membangun Gereja (Ideowaa) adalah Bpk Martinus Pakage.
Pada Tahun 1952 bulan April membuka
Sekolah Rakyat (SR) di Bomou (Yakagokebo) dengan jumlah murid 60 orang murid terdiri dari 45 laki-laki dan
15 Perempuan
dan yang memiliki nomor Induk sekolah 01 adalah Ishak Kotouki.
Pada tahun 1952 Thomas Adii usai Sekolah
Alkitab melayani bersama dengan Paksoal dan Zakheus di Bomou (Yakagokebo).
Tahun 1951-1953 Perayaan Hari Natal 25
Desember seluruh anggota jemaat baru dari Bomou III (Yibagouyoweta) dari Bomou
II, Dagou, Tenedagi dan dari Onago
merayakan Hari Natal 25 Desember bersama di Jemaat Bethani Bomou I.
Tahun1954
Pos Pekabaran Injil Onago dirintis oleh Thomas Adii dan Dagou dirintis oleh
Luther Adii dan Lukas Yeimo lalu dalam tahun itu juga mengadakan Natal
masing-masing tempat tersebut, karena kedua tempat pada tahun yang sama dibuka
Pos Pekabaran Injil.
Berdasarkan sikap Pdt. Ch. D. Paksoal
Keputusan untuk membuka Pos Pekabaran Injil mulai dari (Yakagokebo) Bomou I
adalah keputusan yang tepat dan dalam rencana Allah, maka tokoh-tokoh gereja
atau hamba-hamba Tuhan dapat mengembangkan pelayanan didaerah Tigi, Debei, Kamuu
dan Mapia.
Tahun 1952 Petrus Pakage, Petrus Dogopia
dan Elisabet Pakage dan Salmon Pakage membuka Sekolah Minggu di Begapa, lalu
persembahan dibawa ke jemaat induk Bethani Bomou pada saat ruang ibadah umum
berlangsung.
Tahun 1953 Keluarga Putes Pakage dan
Keluarga Petrus Dogopia membuka Pos Pekabaran Injil di Gakokebo.
Dalam bulan Januari 1954 Keluarga Thomas
Adii membuka Pos Pekabaran Injil di Onaago.
Pada Tahun 1954, Luter Adii dan Lukas
Yeimo merintis pelayanan di Dagou dan membuka Pos Pekabaran Injil
Pada tahun 1954 Daud Kotouki mulai
bersaksi didaerah Debei Widuwakiya, Tadauto. Iboyaitawi dan Ogiaywogi Pigai
percaya diri bahwa Injil itu benar, karena nubuatan Ibopayawi sudah digenapi.
Pada Tahun 1954 Adolof Pakage pergi
merintis Kegouda (di lembah kamuu Selatan).
Pada tahun 1955 Ev. Isak Pakage membuka Pos
Pekabaran Injil di Kegeta dan Matius Pakage membuka Pos Pekabaran Injil di
Tikigii (Mapia).
Pada tahun 1957 Ev. Yesaya Dawapa,
Esau Giay pergi menginjili Dipa dan Dikiya, hasilnya Yosia Wakei menjadi hamba
Tuhan.
Tahun 1950-an Ev. Elias Edoway diutus di
Bukapa, Widiyaibi mengantar ke Bukapa, Widiwiyai Iyai menerima mereka.
Elisa kembali ke Tigi untuk membuka Pos
Pekabaran Injil di Tenedagi.
Tahun 1955-1961 keluarga Pilemon diutus
kebo II (Paniai Utara) dan membuka Pos Pekabaran Injil selama 6 tahun melayani
Tuhan Kebo II di Abakogopa.
Tahun 1957-1958 Gradus Adii dan Yusuf
Pekei dari VVS Gakakebo mulai bersaksi dibeberapa tempat
yaitu, Dago, Yatamo, Ibodiyo, Digibagata dan Piyake
Dimi.
Tahun 1960 Daud Kotouki menginjili di Kigimei
dengan memakai alat peraga penginjilan yaitu Almafon dan 1965 membuka Gereja
Ibodiyo
Tahun 1961 Ev. Pilemon Pakage dengan Obaja
Ukago mulai bersaksi beberapa tempat yaitu Puteyato, Idaiyo Dagi, dan Mugiay.
Pada tahun 1960-an Zakheus Pakage, Daud Kotouki, Adolof Pakage
Yohanes Kotouki pergi survei Digiuto, mereka disambut oleh tokoh-tokoh
masyarakat yaitu : Okeitaiyede Doo, Kemeyaaede
Doo dan Bidayaaede
Adii setelah itu Marten Edoway dan Marius Edoway Pergi menginjili ditempat itu,
tapi pihak katolik menentang mereka.
Tahun 1950-an Ev. Daan Adii diutus ke
Obaipugaida Klasis Aga Barat.
Kornelis Edoway Mathius Pigome merintis
di Iyei.
Pada tahun 1950-an Soleman Pekey
diutus ke Dogimani untuk merintis
pelayan baru dan membuka Gereja Kingmi disitu dan diikut oleh Martinus Pakage.
Pada tahun 1957 Gelard Giay ditugaskan
di Muyekebo
daerah Kamuu.
Dalam tahun 1960-an Pelayanan Kedua Ev. Ishak
Pakage ditempatkan di Dogimani (Kecamatan Kamuu).
Pada tahun 1961 Daud Kotouki dan Polisi
Andrias Pekei mulai Survei di Ugiya untuk membuka Gereja tapi misi Katolik
menentang dan menghalangi. Sehingga masalah dibawa di Kantor Polisi lalu polisi mengatakan bahwa
pelayanan Katolik dan Zending bebas melayani dikeliling Danau Tigi.
Tahun 1963 1 Agustus keluarga Ch. D.
Paksoal pindah ke Waghete sebagai gembala sidang dan dalam tahun itu juga
membuka Sekolah Rakyat (SR) di Waghete.
Tanggal 6 April 1962, Konferensi misi
CAMA di Beoga untuk merancang nama Sinode dan nama KINGMI.
Tanggal 6 April 1963 Konferensi Pertama
diadakan Bomou, dalam konferensi tersebut dilengkapi dan dilantik Badan
Pengurus eksekutif Sinode, dan disahkan nama Kingmi dan menetapkan Kantor
Sinode di Jayapura serta nama panitia ditetapkan menjadi Distrik.
Tahun 1963 sampai 1972 merumuskan Tata
Gereja Kingmi dan menetapkan melalui Hukum Negara Republik Indonesia.
B.
MASA ORGANISIR
Tanggal 15 sampai dengan 17 November
1972 diadakan Konferensi di Piramid Kabupaten Jayawijaya, dalam konferensi
tersebut menetapkan Tata Gereja secara resmi dan nama Distrik dirobah dan
ditetapkan dengan nama Klasis.
Tanggal 6 April 1973 Gereja Kingmi
secara resmi mengadakan Hari Ulang Tahun Kingmi di Tanah Papua dan Tahun 1973
Jemaat Bethani Bomou sudah terbentuk menjadi
jemaat organisir.
Tanggal 28 Agustus 1963 Bpk. Yusak
Ikomou membentuk Organisasi Angkatan Muda Kemah Injil (AMKI) di Bomou I, karena
peranan pemuda sangat penting dalam kegiatan-kegiatan jemaat.
Pada tahun 1952 Ch. D. Paksoal dan Ny.
Yohana Yuliana Mayari mendirikan Sekolah Minggil di Bethani Bomou I (Daerah
Tigi).
Pada tahun
1974
Bpk Yusak Ikomou membentuk Kelompok Pemuda dan Pemudi dengan nama Sinar Rohani I (satu). dan selanjutnya
membuka atau membentuk kelompok pemuda/I disekitar daerah Tigi, Kamuu, Mapia,
dan Paniai melalui Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).
Pada tahun 1970-an Yosia Pakage membentuk Organisasi Sekolah
Minggu Kanak-kanak. Lea Kotouki, Yahya Dogopia dan
Yomima Dogopia
sebagai Guru-guru Sekolah Minggu. Tahun 1974 dan 1975 Yosia Pakage dan Kelompok
Sekolah Minggu Kanak-kanak Jemaat Bethani Bomou membentuk organisasi Sekolah Minggu untuk gereja-gereja
besar sekitar daerah Tigi.
Pada tahun 1976 Bpk Yusak Ikomou
membentuk Tim Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan Thema : Membangun
Tubuh Kristus.
Pada Tahun 1970-an membentuk Kelompok Kaum Wanita oleh
Anance Goo dan Yohana Kotouki di Bomou.
Pada tahun 1980 setelah Pdt Pilemon
Pakage Meninggal dunia, jemaat Bethani Bomou selama beberapa bulan tanpa
gembala, selama itu beberapa majelis jemaat menjadi gembala (Bpk Matias Tekege,
Bpk Ayub Kotouki, Bpk Yerri Kotouki, dan Bpk Paul Pekei).
Sementara itu, beberapa kali Doa Bulanan
ditawarkan gembala untuk ditempatkan menjadi gembala sidang Bethani Bomou I
namun beberapa gembala senior tidak bersedia bertugas jemaat Bethani dengan
alasan takut karena Bomou adalah pusat obat-obatan.
Setelah
itu, Badan Pengurus Klasis menawarkan kepada Bapak Pdt. Matius Pakage untuk
tempatkan Jemaat Bethani Bomou dan pada waktu itu rumahnya dari Pdt. Matius
Pakage terbakar oleh api sekalian dengan buku-buku dengan barang-barang yang
lain, keterbatasannya buku pegangan namun demikian beliau bersedia melayani Tuhan di Jemaat
Bethani Bomou selama 11 (sebelas) tahun.
Halangan tersebut adalah bukan rencana
manusia akan tetapi itu adalah rencana Tuhan karena melalui hambatan tersebut
dampak pintu pendidikan, baik pendidikan Teologi maupun pendidikan umum sudah
terbuka dan berhasil sehingga jumlah gembala dari Jemaat Bethani Bomou I sampai
hari ini sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang terdiri dari STP 3 (tiga) orang;
STA 17 (tujuh belas) orang; STT D3 2 (dua) orang; STT S1 11 (sebelas) orang;
STT S2 3 (tiga) orang.
C.
KEADAAN JEMAAT
BETHANI BOMOU I
I.
Berdirinya
Jemaat
1.
Nama
Jemaat : Bethani Bomou I
2.
Jenis
Sidang : Organisir
3.
Tahun
berdirinya : 1951
4.
Pendiri : Pdt. Ch. D. Paksoal
5.
Majelis
Pertama : Degamoye Pakage dan
Eniyamoye Kotouki
II.
Keadaan
Organisasi Jemaat
1.
Keadaan
Gembala Sidang
Jumlah Gembala yang pernah tugas di
Jemaat Bethani Bomou I tahun 1951 – 2014 adalah sebanyak : 30 Orang.
Nama-nama yang pernah tugas Jemaat
Bethani Bomou I tahun 1951 – 2014 adalah sebagai berikut :
1.
Pdt. Ch. D. Paksoal (1951-1962
2.
Pdt Thomas Adii (1962-1972)
3.
Pdt Pilemon Pakage (1972-1980)
4.
Pdt Mathius Pakage (1981-1992)
5.
Pdt Kornelis Pekey
6.
Pdt Abner Pakage (1983-1985)
7.
Pdt Petrus Dawapa
8.
Pdt Yulius Edoway
9.
Pdt Daniel Kotouki (1988-1991)
10.
Pdt Mesak
Pakage
11.
Pdt Dance
Kotouki
12.
Pdt Yohan
Adii
13.
Pdt Yahya
Mote
14.
Pdt Yermias
Giay
15.
Pdt
Timotius Goo
|
16.
Pdt Mansur
Agapa (2002-2003)
17.
Ev. Andrian
Pigome (2001-2003)
18.
Pdt Mathius
Edoway (1998-2003)
19.
Pdt Willem
Edoway (2003-2007)
20.
Ev. Albert
Pekey (2003-2007)
21.
Ev. Obaja
Pakage (2003-2007)
22.
Ev. Arnol
Pakage (2003-2007)
23.
Pdt Yermis
Edoway (2007-2012)
24.
Pdt Mikha
Mote (2007-2012)
25.
Ev. Yosua
Pakage (2007-2012)
26.
Ev. Melkias
Kotouki (2007-2012)
27.
Pdt Yus
Kotouki (2013-2014)
28.
Pdt Yafet
Ikomou (2013-2014)
29.
Ev. Basilian Adii (2013-2014)
30.
|
2.
Keadaan
Majelis
Jumlah Majelis yang pernah tugas di
Jemaat Bethani Bomou I
Tahun 1951-2014 adalah sebanyak : 52
Orang
Nama-namanya adalah sebagai berikut :
1.
Eniyamoye Kotouki
2.
Degamye Pakage
3.
Piipai Pakage
4.
Karel Koto
5.
Beupi Pakage
6.
Amos Dogopia
7.
Daud Dogopia
8.
Simeon Edoway
9.
Timotius Pekey
10.
Timotius Kotouki
11.
Teyaipi
Pakage
12.
Degemou
Pekey
13.
Ayub
Kotouki
14.
Obaja Ukago
15.
Yaweipode
Pakage
16.
Isakh
Kotouki
17.
Matias
Tekege
18.
Dominggus
Kotouki
19.
Dominggus
Doo
20.
Yohanes
Pekey
21.
Bedegamoye
Pakage
22.
Urbanus
Pekey
23.
Didimus
Pakage
24.
Martina
Kotouki
25.
Besina Pekey
26.
Agus
Kotouki
27.
Martinus
Pakage
|
28.
Paul Pekey
29.
Yakob
Pakage
30.
Yerri
Kotouki
31.
Willem
Kotouki
32.
Yus Kotouki
33.
Pelipus
Kotouki
34.
Melkias
Kotouki
35.
Pius Edoway
36.
Otniel
Kotouki
37.
Obaja
Pakage
38.
Yustus
Edoway
39.
Sepnard
Pakage
40.
David Keiya
41.
Kuber
Pakage
42.
Agus Doo
43.
Yusak Adii
44.
Anton Pekey
45.
Yusuf
Kotouki
46.
Pius Pakage
47.
Yehuda Douw
48.
Pilipus
Pekey
49.
Markus Adii
50.
Yance Gobay
51.
Mesak
Pakage
52.
Yulius Pekey
53.
Mekki Pekey
|
3.
Keadaan
Sekolah Minggu
Jumlah sekolah minggu yang pernah tugas
di Jemaat Bethani Bomou I tahun 1951-2014 adalah sebanyak : 72 orang.
Nama-nama ketua sekolah minggu jemaat
Bethani Bomou I 1951-2014 adalah sebagai berikut :
1.
Ny. Yuliana Mayani
2.
Ibu Pdt Thomas Adii
3.
Pdt Pilemon Pakage
4.
Mama Sopia Edoway
5.
Amos Dogopia
6.
Timotius Goo
7.
Didimus Pakage
8.
Mansur Agapa
9.
Elison Pakage
10.
Yan Pit Edoway
11.
Pdt Abraham
Kotouki
|
12.
Pdt Yus
Kotouki
13.
Yehuda Douw
14.
Pius Pakage
15.
Martinus
Kotouki
|
Jumlah anggota sekolah minggu menurut
tingkat :
1.
Jumlah
anggota sekolah minggu dewasa sebanyak : 175 terdiri dari 24 kelompok sekolah
minggu dewasa.
2.
Jumlah
anggota sekolah minggu anak dan remaja sebanyak : 230 orang.
4.
Keadaan
Pemuda
Nama-nama ketua pemuda jemaat Bethani
Bomou I tahun 1951-2014 sebagai berikut :
1.
Gad
Kotouki
2.
Mansur
Agapa
3.
Yulian
Kotouki
4.
Mesak
Pakage
5.
Pius
Edoway
6.
Mesak
Youw
7.
Pelipus
Pekey
5.
Keadaan
Anak dan Remaja
Nama-nama yang pernah menjadi Ketua anak
dan remaja Bethani Bomou I tahun 1951-2014 sebagai berikut :
1.
Yosia
Pakage 8. Nahor Dogopia
2.
Yahya
Dogopia 9. Yance Pakage
3.
Mansur
Agapa 10. Martinus Kotouki
4.
Dance
Kotouki 11. Ones Pakage
5.
Obaja
Ukago 12. Emmy Pakage
6.
Paul
Pekey
7.
Yulian
Dogopia
III.
Keadaan Anggota
Jemaat
1.
Jumlah Pendengar
Jumlah pendengar seluruhnya adalah
sebanyak : 839 orang
2.
Keadaan Baptisan
Jumlah yang baptis tahun 1951-2013
adalah sebanyak : 1232 orang.
3.
Keadaan
Kelahiran
………………………………………………………………………….
4.
Keadaan Kematian
…………………………………………………………………………
5.
Keadaan
Pernikahan
Jumlah
yang nikah di gereja sebanyak : 12 pasang
Dan
jumlah yang nikah dirumah pastori sebanyak 56 pasang
6.
Keadaan
Pendidikan
a.
Pendidikan
Teologi
1.
Pendidikan
buta huruf : 15 orang
2.
Pendidikan
STP : 2 orang
3.
Pendidikan
STA : 21 orang
4.
Pendidikan
STTJ D3 : 1 orang
5.
Pendidikan
STTJ S1 : 9 orang
6.
Pendidikan
STTJ S2 : 3 orang
b.
Pendidikan Umum
1.
Pendidikan
Jumlah SD : 200 lebih orang
2.
Pendidikan
SMP : 200 lebih orang
3.
Pendidikan
SMA : 254 orang
4.
Pendidikan
D2 & D3 : 40 orang
5.
Pendidikan
S1 : 80 lebih orang
6.
Pendidikan
S2 : 1 orang
IV.
Keadaan Bangunan
a.
Keadaan gedung
ibadah
1.
Gedung
tuwa owa
2.
Gedung
Idee Owa
3.
Gedung
semi permanen bercat hijau
4.
Gedung
Permanen lama yang masih ada
5.
Gedung
permanen yang baru sekarang
b.
Keadaan Gedung
Rumah Pastori
Jumlah Rumah Pastori sebanyak 3 gedung
dan satu rumah pastori 80 % sudah selesai dan 20 % masih belum selesai.
c.
Keadaan Gedung
Sekolah dan Perumahan Guru
1.
Gedung Sekolah
6 ruang belajar dan 1 ruang kantor untuk
SD dan 6 ruang belajar dan 1 ruang
perpustakaan untuk SMP.
2.
Perumahan Guru
2 kopel 4 pintu untuk SD dan 1 kopel 2
pintu untuk SMP
V.
Keadaan Lokasi
gereja dan sekolah
1.
Bagian
timur perbatasan dengan …………….
2.
Bagian
barat perbatasan dengan …………….
3.
Bagian
utara perbatasan dengan …………….
4.
Bagian
selatan perbatasan dengan …………...
D.
MASA PELAYANAN PARA PIONER HAMBA-HAMBA TUHAN
DAN KEADAAN JEMAAT SEJAK TAHUN 1950 HINGGA TAHUN 2014 (SEKARANG)
I.
Pdt.
Pertama :
Ch. D. Paksoal
Masa
Pelayanan : 1951 s/d 1962 (11Thn)
Jumlah
Jemaat :
300 Orang
Majelis
Pertama : 2 Orang
1.
Eniyamoye
Kotouki (Daud Kotouki)
2.
Degamoye
Pakage (Adolof Pakage)
3.
Barnabas
Pakage
4.
Karel
Koto
Pada saat itu, Badan Fungsional Yakni
(Komisi Anak dan Remaja, Komisi Pemuda-pemudi dan Komisi Pemberdayaan
Perempuan) belum ada.
Seteleh jemaat makin bertambah banyak
maka tenaga Majelis perlu ditambah 2 (dua) orang lagi yakni :
1.
Barnabas
Pakage
2.
Karel
Koto
II.
Pelayanan Pdt. Tomas Adii
Ø Masa Pelayanan : 1962-1980
Ø Jumlah Jemaat :
Ø Nama-nama
Majelis :
1.
Adolof Pakage
2.
Daud
Kotouki
3.
Amos
Dogopia
4.
Daud
Dogopia
5.
Timotius
Pekey
6.
Andreas
Pakage
7.
Timotius
Kotouki
8.
Ayub
Kotouki
Ø Badan fungsional
dalam jemaat belum ada waktu itu
Ø Jumlah Jemaat
yang dibaptis .......?
III.
Pdt.
Pilemon Pakage
Ø Masa Pelayanan
(1962-1980)
Ø Jumlah Jemaat : 1.000 Lebih
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Adolof Pakage
2.
Daud
Kotouki
3.
Mathius
Tekege
4.
Amos
Dogopia
5.
Ishak
Kotouki
6.
Andreas
Pakage
7.
Dominggus
Kotouki
8.
Dominggus
Doo
9.
Martina
Kotouki
10.
Betina
Pekei
11.
Demianus
Pakage (Bedegamoye)
12.
Yohanes
Pekey
13.
Petrus
Pekei
14.
Agus
Kotouki
Ø Badan Fungsional
Jemaat
Pendiri
Komisi Anak dan Remaja (Yosia Pakage dan Pdt. Jhon Dogopia)
Pendiri
Pemuda : ........................
Ketua
Pemuda pertama : ........................
Jumlah
anggota Pemuda : ........................
Pendiri
Perkawan : ........................
Ketua
Perkawan : ........................
Jumlah
anggota Perkawan : ........................
Ø Jumlah Jemaat
yang di Baptis : .................?
IV.
Pdt.
Matius Pakage
Ø Masa Pelayanan : 11 Tahun
Ø Jumlah Jemaat : .........
Orang
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Adolof Pakage
2.
Daud
Kotouki
3.
Isakh
Kotouki
4.
Yus
Kotouki
5.
Pius
Edowai
6.
Agus
Kotouki
7.
Melkias
Kotouki
8.
Obaja
Pakage
9.
Pilipus
Kotouki
Ø Badan Fungsional
Jemaat
1.
Komisi
anak dan Remaja (ada)
2.
Pemuda/i
(ada)
3.
Perkawan
(ada)
Ø Jumlah Jemaat yang di Baptis :
.................?
Catatan
:
1.
Ketua
Pemuda Pertama : .................?
2.
Ketua
Pekawan Pertama :
.................?
V.
Pdt.
Yulius Edowai
Ø Masa Pelayanan : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat : .........
Orang
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Adolof
Pakage
2.
Daud
Kotouki
3.
Matias
Pakage
4.
Paul
Pekei
5.
Isakh
Kotouki
6.
Pius
Edowai
7.
Agus
Kotouki
8.
Obaja
Pakage
9.
Pilipus
Kotouki
10.
Yus
Kotouki
Ø Badan Fungsional
Jemaat
4.
Komisi
anak dan Remaja (ada)
5.
Pemuda/i
(ada)
6.
Perkawan
(ada)
Ø Jumlah Jemaat yang di Baptis :
.................?
VI.
Pdt.
Abner Pakage
Ø Masa Pelayanan : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat :
......... Orang
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Daud
Kotouki
2.
Diganti pada tanggal 4-1
1997
|
3.
Pius
Edowai
4.
Melkias
Kotouki
5.
Obaja
Pakage
6.
Martinus
Pakage
7.
Agus
Kotouki
8.
Wilem
Kotouki (diganti Sepnard Pakage)
9.
Otniel
Kotouki
10.
Yus
Kotouki
11.
David
Keiya
Ø Badan Fungsional
Jemaat
1.
Komisi
Anak dan Remaja (ada) : ...... ?
2.
Pemuda/i
(ada) : ...... ?
3.
Perkawan
(ada) : ...... ?
Jumlah Jemaat yang di Baptis :
.................?
VII.
Pdt.
Daniel Kotouki
Ø Masa Pelayanan : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat :
......... Orang
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Daud
Kotouki
2.
Isakh
Kotouki
3.
Pius
Edowai
4.
Melkias
Kotouki
5.
Obaja
Pakage
6.
Martinus
Kotuki
7.
Agus
Kotouki
8.
Willem
Kotouki
Ø Badan Fungsional
Jemaat
1.
Komisi
Anak dan Remaja (ada) : ......?
2.
Pemuda/i
(ada) : ......?
3.
Perkawan
(ada) : ......?
Ø Jumlah Jemaat
yang di Baptis : .................?
VIII.
Pdt.
Mansur Agapa
Ø Masa Pelayanan : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat :
......... Orang
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Agus
Kotouki
2.
Yusuf
Kotouki
3.
Melkias
Kotouki
4.
Otniel
Kotouki
5.
Yusak
Adii
6.
Sepnard
Pakage
7.
Anton
Pekei
8.
Martinus
Pakage
9.
Obaja
Pakage
10.
Kuber
Pakage
11.
Pilipus
Pekei
Ø Badan Fungsional
Jemaat
1.
Komisi
anak dan Remaja (ada) : ......?
2.
Pemuda/i
(ada) : ......?
3.
Perkawan
(ada) : ......?
Ø Jumlah Jemaat
yang di Baptis : .................?
IX.
Pdt.
Willem Edowai, Arnor Pakage, Ev. Matius Edowai
Ø Masa Pelayanan : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat : .........
Orang
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Kuber
Pakage
2.
Agus
Kotouki
3.
Sepnard
Pakage
4.
Pius
Pakage
5.
Pilipus
Pekei
6.
Markus
Adii
7.
Yehuda
Douw
8.
Yance
Gobai
9.
Marthinus
Pakage
Ø Badan Fungsional
Jemaat
1.
Komisi
Anak dan Remaja (ada) : ......?
2.
Pemuda/i
(ada) : ......?
3.
Perkawan
(ada) : ......?
Ø Jumlah Jemaat
yang di Baptis : .................?
X.
Pdt.
Yafet Ikomou, Yustus Kotouki, Ev. Obaja Pakage, Ev. Basilian Adii
Ø Masa Pelayanan : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat : .........
Orang
Ø Nama-nama
Majelis sebagai berikut :
1.
Kuber
Pakage
2.
Agus
Kotouki
3.
Sepnard
Pakage
4.
Pius
Pakage
5.
Yance
Gobai
6.
Pilipus
Pekei
7.
Marthinus
Pakage
8.
Anton
Pekei
9.
Yulius
Pekei
10.
Yusuf
Kotouki (Ganti Mesak Pakage)
11.
Jehuda Douw ganti Meki Pekei
12.
Markus Adii
Ø Badan Fungsional
Jemaat
4.
Komisi
Anak dan Remaja (ada) : ......?
5.
Pemuda/i
(ada) : ......?
6.
Perkawan
(ada) : ......?
Ø Jumlah Jemaat
yang dibaptis : .................?
Jumlah
Gembala Pendeta : ......................
?
Jumlah : ......................
?
Jumlah
Pegawai :
...................... ?
Jumlah
Jemaat Sekarang : ......................
?
Pemekaran
Jemaat dari Bethani Bomou yaitu :
1.
Bomou
III
Pada masa dan tahun dan berapa jumlah
jiwa yang pindah (Majelis, Perkawan,
Anak Remaja ....?
2.
Bomou
II
Pada
masa dan tahun dan berapa jumlah jiwa yang
pindah (Majelis, Perkawan, Anak Remaja ....?
3.
Odedimi
Pada
masa dan tahun dan berapa jumlah jiwa yang
pindah (Majelis, Perkawan, Anak Remaja ....?
By : Pdt. Yusak
Pekey, S.Th
Yusuf Kotouki
Benyamin Kotouki