Kamis, 31 Desember 2015

sejarah kingmi jemaat bethani bomou

KEMAH INJIL GEREJA MASEHI INDONESIA
[KINGMI] DI TANAH PAPUA
KLASIS TIGI
JEMAAT BETHANI BOMOU I DAN SEKITARNYA

SEJARAH GEREJA KINGMI
JEMAAT BETHANI BOMOU I DAN SEKITARNYA

A.  MASA PERINTIS GEREJA KEMAH INJIL DAERAH TIGI

Delapan puluh tahun yang lalu, Tahun 1928 Dr. R.A. Jafray beserta rombongan datang ke Indonesia dan tiba di Boreno yang bernama pulau Kalimantan sekarang, untuk mengabarkan Injil Tuhan.
Tahun 1936 seorang pilot Belanda yang bernama Letnan Komandan F.J. Wisel, dengan memakai Pesawat untuk melakukan survei udara dan menemukkan tiga buah Danau Wissel yaitu Tigi, Tage dan Paniai.
Pilot F.J. Wissel melaporkan hasil survei disekitar danau-danau Wissel kepada misi CAMA Pusat. Maka Pdt. Dr. Robert Alexander Jafray mengadakan sebuah kegiatan konferensi di Malino (Sulawesi).
Dalam konferensi tersebut ditawarkan dan diputuskan bahwa Pdt. Walter Post dan Pdt. Russel Deibler ditempatkan dipedalaman Irian Jaya maka menuju kearah timur Pantai Selatan Papua dengan memakai kapal laut dan tiba dikali UTA muara kali Yawei, pada tanggal 24 Desember 1938. Pelabuhan UTA merupakan pintu masuk Injil di Tanah Papua.
Setelah mereka tiba di pelabuhan UTA Pdt. Walter Post kembali ke Makassar karena lupa sepatu.
Pdt. Russel Deibler serta rombongan Pemerintah Hindia Belanda berjalan kaki menembus hutan tropis, mendaki gunung-gunung, menurun lembah dan menyeberang sungai sampai tiba di Adaikunu bertemu dengan “Bpk Nikayaitawi Yine” telah menggenapi penglihatan misi Allah bahwa “Tibiikapai meitagi” artinya manusia kulit putih akan datang.
Rombongan Pdt. Deibler tiba di Woyakouda ketemu dengan beberapa masyarakat Bomou antara lain Makidaitawi Pekei, Kopaade Pakage, Todoyade Giay dan Pekamoye Pekei, pada saat mereka sedang mencari Kulit Genemo atau Damiyo.
Perjalanan mereka berjalan terus sampai tiba di Ideego bertemu dengan ada beberapa tokoh masyarakat Piniibo dan Badokapa bersama rombongan makan jamuan bersama sambil tanam patok tanda untuk membangun gedung gereja.
Nikayaitawi Yine menerima mereka dengan hati terbuka dan makan bersama-sama, Perjalanan mereka terus berjalan sampai di Kokakotu bertemu dengan Bpk Yawetewode Pinibo dan Ekakoto Pinibo mengatakan bahwa “Akiki mei mega-mega, aniki tou mega-mega” Artinya “kamu pendatang, saya orang asli”.
Akhirnya perjalanan sampai di Kokobaya bertemu dengan Ibopade Pakage dan masyarakat sekitarnya dan  Ibopade Pakage mempersembahkan seekor babi kepada misi CAMA dan Pemerintah Belanda, mereka masak babi tersebut dirumah Weyakebo Mote di Yaba.
Tanggal 13 Januari 1939 tiba di Enarotali. Tanggal tersebut adalah Hari Injil Empat Berganda di Tanah Papua.
Pada umumnya sejarah Pertumbuhan Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia Daerah Tigi dan sekitarnya sangat serius menerima Injil sebagai suatu pedoman hidup.
Daerah Tigi merupakan salah satu daerah asing disebutkan dalam Pembacaan Sejarah Gereja  Kemah Injil di Tanah Papua.
Dan selanjutnya rombongan Pdt. Walter Post dan Christian David Paksoal menempuh jalan melalui Kugiaidimi, Tenedagi dan Yaba, oleh karena itu daerah Tigi merupakan pintu Injil masuk dipegunungan Papua dan pesisir Pantai.
Ditinjau dari sisi lapangan kerja dalam tahun 1939-1949, konsentrasi misi pelayanan CAMA hanya diprioritaskan disekitar danau Paniai dan daerah bagian timur (Suku Moni), karena beberapa alasan, yaitu : yang pertama: Tenaga Penginjil masih kurang, kedua : Karena pembagian wilayah kerja antara Misi Katolik dan Misi CAMA, ketiga : karena hati orang-orang Tigi dan sekitarnya masih belum siap untuk menerima Injil, sebab belum ada waktunya.
Pada tahun 1939-1949 Misi Katolik (Pater Herman Tillermans menjangkau Daerah Tigi). Beliau telah membuka Lima (5) tempat persekolahan sebagai pusat pewartaan Injil seluruh wilayah sekitar Danau Tigi yaitu, Yaba, Waghete, Meyapa, Okomo dan Diyai.
Pada tahun 1947 Misi Katolik (Pater Herman Tillermans) pertama kali datang di Iida (Bomou) untuk membuka Pos Pewartaan Injil akan tetapi ditolak oleh  Degemou Pekey. Kedua kali Pater Herman Tillermans datang di   Aiyai Bagata (Bomou), untuk menawarkan Pos Pewartaan Injil dan membuka persekolahan Katolik, tapi masyarakat bersatu dan sepakat dibawah pimpinan tokoh masyarakat atau Kepala Suku David Kotouki tanyakan kepada misi katolik (Pater Herman Tillermans) bahwa bpk pater membawa agama apa? Kata Pater aku membawa agama Katolik dengan cara berdoa atas nama Bapa, Anak dan Rohkudus sambil memegang kepala, kedua bahu dan dada. David Kotouki katakan bahwa “AKI PATOGA PEKA KADI KIKO TEKA BUKAINE, WOOKA TEDING TUAPODITA PEKA BUGUMAIKA MEITAGI NAKI EBUKAITA”. yang artinya : Saya tidak menerima Bpk Pater  yang cara berdoa dengan buka mata dan berdiri akan tetapi saya akan menerima Bpk Pdt. Zending yang akan datang berdoa dengan cara tutup mata dan berlutut.
Beberapa bulan kemudian Pater Herman Tillermans dengan rombongan datang ke Bomou secara diam-diam untuk mengukur lokasi membuka Pewartaan Injil sekaligus membuka lapangan terbang Cesna Ama batas Amago sampai dengan Akouda (Ikiya pugi).  Pater Herman Tillermans dengan rombongannya sedang mengukur sampai di Aiyai bagata dapat ketemu dengan masyarakat lalu David Kotouki mengatakan mengapa engkau masuk dengan diam-diam untuk mengukur, sebab kami menolak bapak Pater Herman Tillermans, sehingga David  Kotouki mengambil tindakan lalu menendang Pater Herman Tillermans jatuh di parit.
Pater Herman Tillermans melaporkan kepada HPB (Distrik) dan Detasemen (Polsek) Belanda. Dua hari kemudian David Kotouki dipanggil oleh HPB dan Detasemen menghadap Pemerintah Belanda untuk menyelesaikan masalahnya.
Didepan Pemerintah Belanda Pater Herman Tillermans menawarkan lokasi untuk membuka Pos Pewartaan Injil kepada masyarakat Bomou dengan barang-barang berharga yaitu kapak. David Kotouki menyampaikan dengan sikap bahwa saya tidak akan menerima bapak selamanya dan saya akan menerima Zending.
Sehingga Pater Tillemans katakan kepada Masyarakat bahwa :
1.     Gerejamu akan berkembang pesat.
2.     Suatu kelak kamu digeser dan diusir jauh.
3.     Barang-barang itu saya tidak akan tukar dan menjual serta tidak gunakan lagi.
4.     Selamanya saya tidak akan jalan kaki lewat Bomou tapi saya naik Perahu ke Meyepa dan Diyai.

Tahun 1946-1949 kesepakatan antara Misi Katolik dan Misi CAMA diprakarsai oleh Pemerintah Belanda membagi wilayah pelayanan yaitu : Bagian Barat dan Selatan pelayanan Misi Katolik dan Bagian Timur dan Utara pelayanan Misi CAMA dan tanam patok batas pelayanan di Udadimi.

Pada Tahun 1948-1949 Hamba-hamba Tuhan pribumi yang selesai dari Sekolah Persediaan Alkitab Enarotali diantaranya adalah : Putes Pakage, Petrus Dogoopia, Salmon Pakage, Yohanes Pakage, Luther Adii, Lukas Yeimo, Ishak Kotouki dan Daan Adii. Mereka tidak ditugaskan secara Organisasi melainkan diutus secara survei tempat-tempat yang layak dibuka Pos Persekutuan Doa atau Sekolah Minggu  dimasing-masing Kampung.

Pada Tahun 1949 Putes Pakage, Petrus Dogopia dan Salmon Pakage melakukan survei di Begapa bersifat Sekolah Minggu. Yohanes Pakage survei dan membuka Pos Persekutuan Doa sementara di Damoti, lalu dipindahkan di Deneuto Dokoge. Pada waktu yang sama Tomeipiwode Giay dan Elisa Edoway juga mengumpulkan beberapa masyarakat disekitar Toputo Ipoupouda untuk bersaksi.
Pada tahun 1949 itu juga Bpk Zakheus Pakage dan Bpk Karel Gobay pulang dari sekolah Alkitab Makassar tiba di Paniai.
Bpk Zakheus Pakage merasa Pelayanan itu sangat penting dan terbeban maka Bpk Zakheus Pakage berani menghadap kepada Pemerintah Belanda untuk meminta ijin, katanya “PELAYANAN PEMBERITAAN INJIL TIDAK PERLU DIBATASI OLEH SIAPA PUN TETAPI BEBAS MENGINJILI DI DAERAH PANIAI”
Pada tahun 1949 Misi CAMA Tawarkan kepada Bpk Zakheus Pakage untuk tugaskan Pelayanan dibagian Daerah Timur (Paniai).
Tahun 1950 Bpk Zakheus Pakage mengajar Sekolah Alkitab di Enarotali dan melayani dibagian Timur (Daerah Moni).
Beberapa kali Bpk Zakheus Pakage menghadap kepada Pemerintah Belanda, Misi CAMA dan Misi Katolik namun tidak ditanggapi serius akhirnya Bpk Zakheus Pakage meminta dengan tegas bahwa “Kulit hitamku dikupas dan jadikanlah tubuhku menjadi kulit putih baru aku percaya, kalau tidak mampu saya tetap membuka Pos Pekabaran Injil didaerah Tigi”.
Pada bulan awal Oktober 1950 masyarakat Yibagouyoweta (Bomou III) bersama Kepala Suku Ipougai Pakage dengar bahwa Zakheus Pakage hampir dibunuh oleh masyarakat moni di Homeyo, pada saat itu masyarakat Yibagouyoweta (Bomou III) sepakat bersama pergi ke Enagotadi untuk menjemput Bpk Zakheus Pakage.
Ipougai Pakage adalah Kepala Suku menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Misi CAMA bahwa Ogai Zakheus Pakage ini bukan orang Moni dan bukan orang Lani, tapi Dia adalah orang suku Mee, maka kami datang menjemput supaya Ogai Zakheus melayani masyarakatnya sendiri di Bomou, aspirasi tersebut diterima baik oleh Misi CAMA dan Pemerintah Belanda. Pada tahun itu juga Misi Katolik dan Misi CAMA bersama Pemerintah Belanda merapat kembali, untuk membicarakan pertimbangan tertentu, sehingga dampak pintu pelayanan telah terbuka luas, lalu Pemerintah Belanda mengatakan kepada kedua Misi bahwa “Siapa saja Kedua Misi akan melayani bebas didaerah Wissel Meren”.
Dalam bulan November 1950, setelah dibatalkan batas pelayanan di Udadimi Bpk Zakheus Pakage ditempatkan di Bomou dan sekitarnya oleh Misi CAMA untuk memulai merintis daerah Tigi (Bomou), upaya Zakheus Pakage hidupnya sama seperti orang lain, sesuai dengan visinya “mengubah keadaan masyarakat dan menghadirkan nilai-nilai kerajaan Allah diantaranya : Zakheus Pakage mengatur masyarakat dengan baik, pembangunan masyarakat sebagai tanggung jawab bersama, berusaha kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan mutu kehidupan masyarakat bersama.
Gerakan Zakheus Pakage sangat cocok sesuai masyarakat setempat tapi ada anggota masyarakat bergabung dengan Ogai-ogai lain yang datang ke daerah Tigi untuk menjulukan pelayanan Zakheus Pakage adalah “WEGEE BAGEE” atau kelompok perusak masyarakat. Oleh karena itu, seluruh laki-laki masyarakat Bomou dan sekitarnya dikumpulkan oleh Ogai  Zakheus Pakage di Yibagoyoweta tetapi para perempuan dan anak-anak dikumpulkan oleh ogai-ogai dari (Misi CAMA, misi Katolik dan misi lokal pribumi) di Yakagokebo sehingga muncul perasaan takut maka ogai-ogai melaporkan kepada pemerintah Belanda bahwa gerakan  Zakheus Pakage dan kelompoknya adalah gerakan “WEGEE BAGEE”. akibatnya Zakheus Pakage  berulang kali keluar-masuk penjara.
Bpk Zakheus Pakage memulai merintis, menginjili Daerah Tigi untuk menyiapkan lokasi yang cocok untuk membuka Pos Pekabaran Injil sebagai pusat Penginjilan diwilayah bagian Barat dan Selatan sampai Pantai Selatan.
Pada tahun 1950an itu juga Misi Katolik terus menantang Misi CAMA dan Zakheus Pakage, sehingga Misi Katolik (Pater CAMMAMER) tanamkan patok di Oneibo dan di Buwoudimi, katanya “Di bagian Barat wilayah Kerja Misi Katolik dan bagian Timur wilayah kerja Zakheus Pakage dan Misi CAMA.
Namun demikian Widiyaibi Giay dan Yamekabi Giay menentang tindakan itu, katanya, “Pater tidak berhak mengatur kami tetapi kami mengatur sendiri tanah dan batas wilayah pelayanan” akibatnya Pemerintah Belanda penjarakan tokoh-tokoh masyarakat selama 2 (dua) bulan di Waghete.
Dalam bulan November 1950 mengadakan rapat gabungan Misi CAMA dan Misi lokal dan luar dari Paniai dan Misi lokal pribumi bersepakat memulai pelayanan didaerah Tigi sesuai dengan kebutuhan.
Dalam rapat konferensi tersebut ditawarkan kepada hamba Tuhan yang bersedia untuk merintis daerah Baru yang pertama dirintis oleh Misi Katolik, akan tetapi semua hamba Tuhan baik Misi CAMA maupun Misi Lokal dan luar Paniai dan Misi Lokal Pribumi tidak bersedia merintis daerah baru (Tigi) dengan alasan, Pertama : Takut karena daerah baru, Kedua : Takut karena batas pelayanan Wilayah Misi Katolik.
Roh kudus menggerakkan hati seorang hamba Tuhan yakni : Pdt. Christian David Paksoal angkat tangan dari belakang dan berkata bahwa saya (Christian David Paksoal) bersama keluarga bersedia merintis daerah baru (Tigi) dan bersedia menanggung tantangan bersama dengan Zakheus Pakage didaerah baru yang pertama kali dirintis oleh Misi Katolik itu.
Waktu itu Bpk Zakheus Pakage mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan mencucurkan air mata kedua bela pipi atas bersedianya Bpk Pdt. Ch. D. Paksoal merintis daerah Tigi bersama dengan Bpk Zakheus Pakage.
Pada tanggal 5 Desember 1950, Pdt. Christian David Paksoal dan Pdt.. Einer Mickelson datang ke Yibagouyoweta (Bomou III) menawarkan membuka Pos Pekabaran Injil, kita mulai buka di Yibagouyoweta (Bomou III) tetapi Bpk Zakheus Pakage katakan fasilitas yang cocok, tempat yang layak untuk membuka Pos Pekabaran Injil adalah di Bomou I (Yakagokebo) dimana pusat manusia (Mee bokouda) yang sekarang disebut Bethani Bomou I yang merupakan pusat penginjilan dibagian barat dan bagian selatan sampai pada daerah pantai.
Setelah satu, dua hari Pdt. Ch D. Paksoal dan Pdt. Einer Mickelson bersama Bpk Zakheus Pakage serta ada beberapa tokoh masyarakat Bomou I, Bomou II dan Bomou III datang melakukan survei tempat yang ditentukan yaitu Yakagokebo, lalu berdoa dan mengucapkan syukur kepada Tuhan sambil tanamkan patok.
Bpk Pdt. Christian David Paksoal dan Pdt. Einer Mickelson kembali ke Enarotali untuk mengikuti pesta Natal di Enarotali.
Pada bulan Januari 1951 Bpk Zakheus Pakage mengutus dua orang murid yaitu; Degamoye (Adolof pakage) dan Eniyamoye (Daud Kotouki). Eniyamoye (Daud Kotouki) katakana “Tindakan Iman kami menginjak batas wilayah Udadimi dalam nama Allah, Yesus dan Rohkudus.
Dua orang Murid Zakheus Pakage tiba di Enarotali lalu menghadap Ch. D Paksoal, mereka dua masuk kedalam rumah Ch. D. Paksoal untuk memberitahukan tujuan mereka ke Enarotali, lalu Ch. D. Paksoal mengatakan bahwa kedua Bpk datang kesini untuk membunuh aku? Dan mereka berdua menjawab kami diutus oleh Ogai Zakheus Pakage kesini untuk menjemput Bpk dan Keluargamu pergi ke Bomou, kemudian Ch. D Paksoal tanya kembali lagi kepada kedua Bpk bahwa apakah di Bomou ada Ubi, Eto, Nomo dan Ekina? Kedua Bpk menjawab semua sudah ada dan lengkap jadi diantara kita akan saling membantu dan memelihara dengan barang-barang itu.
Pada tanggal 11 Januari 1951 Pdt. Christian David Paksoal bersama keluarga tiba di Bomou, (Iputakaapa) membawa Peti Tabut Perjanjian. Setibanya sampai di (Iputakaapa) Yakagokebo, Ch. D Paksoal memberikan Tabut perjanjian tersebut ke tangan  kedua murid Zakheus Pakage yakni Adolof Pakage, Daud Kotouki, sambil berkata bahwa “Ini Firman Yang Benar, Firman Yang Hidup memberikan kepada kamu, kepada semua orang  Bomou dan sekitarnya jadi pegang baik, piara baik sampai bertumbuh dan berkembang.
Ketika keluarga Pdt. Christian David Paksoal dan Zakheus Pakage tiba di Yakagokebo (Iputakapa) Bomou disambut baik dan dengan hati yang terbuka oleh ada beberapa tokoh masyarakat atas nama seluruh masyarakat Bomou antara lain Manabi Pakage, Edupi Pakage, Beupi Pakage Degamoye Pakage, Wilem Pakage, Okaiwiyai Pakage, Daniel Pakage, Ekadaibi Pakage, Pakagepouga Pakage, Bedegamoye Pakage, Aiyaipi Pakage, Bipai Pakage, Dogopiapouga, Amos Adii, Wopebi Pekei, Wogekai Edowai, Yatopi Kotouki, Iboyade Kotouki, Witimaikawi Kotouki, Degemou Pekei, Daan Adii  dan Damoye Douw.
Degamoye Pakage dan Eniyamoye Kotouki percayakan kepada Aiyaipi Pakage untuk menyerahkan tanah, sehingga Bapak Aiyaipi Pakage menyerahkan tanah kepada Tuhan, tanah tersebut milik masyarakat Begaapa.
Ch. D. Paksoal dan Zakheus Pakage serta ada beberapa murid diantaranya Adolof  Pakage dan Daud Kotouki membuka Pos Pekabaran Injil di Bomou I (Yakagokebo) memulai kegiatan bersaksi dan mengumpulkan warga Jemaat masyarakat dengan banyak cara pelayanan. Setelah beberapa minggu kemudian, mulai ibadah hari minggu pagi di alam yang terbuka lalu dipimpin oleh Pdt. Ch. D. Paksoal dan diterjemahkan oleh Bpk Zakheus Pakage (ke dalam bahasa Mee) dengan jumlah pendengar 100 lebih orang dewasa tidak termasuk anak-anak dan remaja.
Setelah beberapa bulan kemudian Bpk Pdt. Ch. D Paksoal dan Bpk Zakheus Pakage bersama beberapa murid diantaranya Degamoye Pakage, Eniyamoye Kotouki, Pipai Pakage dan Karel Koto kembali ke Enarotali untuk mengambil alat peraga penginjilan seperti Almafon dan lain-lain.
Tanggal 11 Januari merupakan Hari Ulang Tahun Gereja Kemah Injil Bethani Bomou I khususnya dan pada umumnya beberapa koordinator di wilayah Barat dan Selatan serta pantai Selatan.
Pelayanan Pdt. Ch. D. Paksoal dan Bpk Zakheus Pakage berkembang cepat namun pihak Misi Katolik menantang terus, maka kata Pdt. Ch. D. Paksoal bahwa keterbukaan hati masyarakat Bomou dan sekitarnya ada kerinduan besar untuk mendengarkan firman Tuhan, sudah terlihat bahwa masyarakat sambut positif  setiap kali pemberitaan Injil. Oleh karena itu, keputusan untuk membuka Pos Pekabaran Injil mulai dari (Yakagokebo) Bomou I daerah Tigi adalah keputusan yang tepat dan dalam rencana Allah untuk dituai.
Dalam tahun 1951 Bpk Zakheus Pakage dengan Ch. D. Paksoal mempengaruhi masyarakat untuk menyelesaikan bangunan gedung gereja dengan istilah (Ideowaa) yang menampungkan 300 lebih orang dewasa tidak termasuk anak-anak. Yang pertama menyiapkan papan cincang untuk membangun Gereja (Ideowaa) adalah Bpk Martinus Pakage.
Pada Tahun 1952 bulan April membuka Sekolah Rakyat (SR) di Bomou (Yakagokebo) dengan jumlah murid 60 orang murid terdiri dari 45 laki-laki dan 15 Perempuan dan yang memiliki nomor Induk sekolah 01 adalah Ishak Kotouki.
Pada tahun 1952 Thomas Adii usai Sekolah Alkitab melayani bersama dengan Paksoal dan Zakheus di Bomou (Yakagokebo).
Tahun 1951-1953 Perayaan Hari Natal 25 Desember seluruh anggota jemaat baru dari Bomou III (Yibagouyoweta) dari Bomou II,  Dagou, Tenedagi dan dari Onago merayakan Hari Natal 25 Desember bersama di Jemaat Bethani Bomou I.
Tahun1954 Pos Pekabaran Injil Onago dirintis oleh Thomas Adii dan Dagou dirintis oleh Luther Adii dan Lukas Yeimo lalu dalam tahun itu juga mengadakan Natal masing-masing tempat tersebut, karena kedua tempat pada tahun yang sama dibuka Pos Pekabaran Injil.
Berdasarkan sikap Pdt. Ch. D. Paksoal Keputusan untuk membuka Pos Pekabaran Injil mulai dari (Yakagokebo) Bomou I adalah keputusan yang tepat dan dalam rencana Allah, maka tokoh-tokoh gereja atau hamba-hamba Tuhan dapat mengembangkan pelayanan didaerah Tigi, Debei, Kamuu dan Mapia.
Tahun 1952 Petrus Pakage, Petrus Dogopia dan Elisabet Pakage dan Salmon Pakage membuka Sekolah Minggu di Begapa, lalu persembahan dibawa ke jemaat induk Bethani Bomou pada saat ruang ibadah umum berlangsung.
Tahun 1953 Keluarga Putes Pakage dan Keluarga Petrus Dogopia membuka Pos Pekabaran Injil di Gakokebo.
Dalam bulan Januari 1954 Keluarga Thomas Adii membuka Pos Pekabaran Injil di Onaago.
Pada Tahun 1954, Luter Adii dan Lukas Yeimo merintis pelayanan di Dagou dan membuka Pos Pekabaran Injil
Pada tahun 1954 Daud Kotouki mulai bersaksi didaerah Debei Widuwakiya, Tadauto. Iboyaitawi dan Ogiaywogi Pigai percaya diri bahwa Injil itu benar, karena nubuatan Ibopayawi sudah digenapi.
Pada Tahun 1954 Adolof Pakage pergi merintis Kegouda (di lembah kamuu Selatan).
Pada tahun 1955 Ev. Isak Pakage membuka Pos Pekabaran Injil di Kegeta dan Matius Pakage membuka Pos Pekabaran Injil di Tikigii (Mapia).
Pada tahun 1957 Ev. Yesaya Dawapa, Esau Giay pergi menginjili Dipa dan Dikiya, hasilnya Yosia Wakei menjadi hamba Tuhan.
Tahun 1950-an Ev. Elias Edoway diutus di Bukapa, Widiyaibi mengantar ke Bukapa, Widiwiyai Iyai menerima mereka.
Elisa kembali ke Tigi untuk membuka Pos Pekabaran Injil di Tenedagi.
Tahun 1955-1961 keluarga Pilemon diutus kebo II (Paniai Utara) dan membuka Pos Pekabaran Injil selama 6 tahun melayani Tuhan Kebo II di Abakogopa.
Tahun 1957-1958 Gradus Adii dan Yusuf Pekei dari VVS Gakakebo mulai bersaksi dibeberapa tempat yaitu, Dago, Yatamo, Ibodiyo, Digibagata dan Piyake Dimi.
Tahun 1960 Daud Kotouki menginjili di Kigimei dengan memakai alat peraga penginjilan yaitu Almafon dan 1965 membuka Gereja Ibodiyo
Tahun 1961 Ev. Pilemon Pakage dengan Obaja Ukago mulai bersaksi beberapa tempat yaitu Puteyato, Idaiyo Dagi, dan Mugiay.
Pada tahun 1960-an  Zakheus Pakage, Daud Kotouki, Adolof Pakage Yohanes Kotouki pergi survei Digiuto, mereka disambut oleh tokoh-tokoh masyarakat yaitu : Okeitaiyede Doo, Kemeyaaede Doo dan Bidayaaede Adii setelah itu Marten Edoway dan Marius Edoway Pergi menginjili ditempat itu, tapi pihak katolik menentang mereka.
Tahun 1950-an Ev. Daan Adii diutus ke Obaipugaida Klasis Aga Barat.
Kornelis Edoway Mathius Pigome merintis di Iyei.
Pada tahun 1950-an Soleman Pekey diutus  ke Dogimani untuk merintis pelayan baru dan membuka Gereja Kingmi disitu dan diikut oleh Martinus Pakage.
Pada tahun 1957 Gelard Giay ditugaskan di Muyekebo daerah Kamuu.
Dalam tahun 1960-an Pelayanan Kedua Ev. Ishak Pakage ditempatkan di Dogimani (Kecamatan Kamuu).
Pada tahun 1961 Daud Kotouki dan Polisi Andrias Pekei mulai Survei di Ugiya untuk membuka Gereja tapi misi Katolik menentang dan menghalangi. Sehingga masalah dibawa  di Kantor Polisi lalu polisi mengatakan bahwa pelayanan Katolik dan Zending bebas melayani dikeliling Danau Tigi.
Tahun 1963 1 Agustus keluarga Ch. D. Paksoal pindah ke Waghete sebagai gembala sidang dan dalam tahun itu juga membuka Sekolah Rakyat (SR) di Waghete.
Tanggal 6 April 1962, Konferensi misi CAMA di Beoga untuk merancang nama Sinode dan nama KINGMI.
Tanggal 6 April 1963 Konferensi Pertama diadakan Bomou, dalam konferensi tersebut dilengkapi dan dilantik Badan Pengurus eksekutif Sinode, dan disahkan nama Kingmi dan menetapkan Kantor Sinode di Jayapura serta nama panitia ditetapkan menjadi  Distrik.
Tahun 1963 sampai 1972 merumuskan Tata Gereja Kingmi dan menetapkan melalui Hukum Negara Republik Indonesia.

B.   MASA ORGANISIR

Tanggal 15 sampai dengan 17 November 1972 diadakan Konferensi di Piramid Kabupaten Jayawijaya, dalam konferensi tersebut menetapkan Tata Gereja secara resmi dan nama Distrik dirobah dan ditetapkan dengan nama Klasis.
Tanggal 6 April 1973 Gereja Kingmi secara resmi mengadakan Hari Ulang Tahun Kingmi di Tanah Papua dan Tahun 1973 Jemaat Bethani Bomou sudah terbentuk  menjadi jemaat organisir.
Tanggal 28 Agustus 1963 Bpk. Yusak Ikomou membentuk Organisasi Angkatan Muda Kemah Injil (AMKI) di Bomou I, karena peranan pemuda sangat penting dalam kegiatan-kegiatan jemaat.
Pada tahun 1952 Ch. D. Paksoal dan Ny. Yohana Yuliana Mayari mendirikan Sekolah Minggil di Bethani Bomou I (Daerah Tigi).
Pada tahun 1974 Bpk Yusak Ikomou membentuk Kelompok Pemuda dan Pemudi dengan nama  Sinar Rohani I (satu). dan selanjutnya membuka atau membentuk kelompok pemuda/I disekitar daerah Tigi, Kamuu, Mapia, dan Paniai melalui Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).
Pada tahun 1970-an  Yosia Pakage membentuk Organisasi Sekolah Minggu Kanak-kanak. Lea Kotouki, Yahya Dogopia dan Yomima Dogopia sebagai Guru-guru Sekolah Minggu.  Tahun 1974 dan 1975 Yosia Pakage dan Kelompok Sekolah Minggu Kanak-kanak Jemaat Bethani Bomou membentuk  organisasi Sekolah Minggu untuk gereja-gereja besar sekitar daerah Tigi.
Pada tahun 1976 Bpk Yusak Ikomou membentuk Tim Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan Thema : Membangun Tubuh Kristus.
Pada Tahun  1970-an membentuk Kelompok Kaum Wanita oleh Anance Goo dan Yohana Kotouki di Bomou.
Pada tahun 1980 setelah Pdt Pilemon Pakage Meninggal dunia, jemaat Bethani Bomou selama beberapa bulan tanpa gembala, selama itu beberapa majelis jemaat menjadi gembala (Bpk Matias Tekege, Bpk Ayub Kotouki, Bpk Yerri Kotouki, dan Bpk Paul Pekei).
Sementara itu, beberapa kali Doa Bulanan ditawarkan gembala untuk ditempatkan menjadi gembala sidang Bethani Bomou I namun beberapa gembala senior tidak bersedia bertugas jemaat Bethani dengan alasan takut karena Bomou adalah pusat obat-obatan.
 Setelah itu, Badan Pengurus Klasis menawarkan kepada Bapak Pdt. Matius Pakage untuk tempatkan Jemaat Bethani Bomou dan pada waktu itu rumahnya dari Pdt. Matius Pakage terbakar oleh api sekalian dengan buku-buku dengan barang-barang yang lain, keterbatasannya buku pegangan namun demikian  beliau bersedia melayani Tuhan di Jemaat Bethani Bomou selama 11 (sebelas) tahun.
Halangan tersebut adalah bukan rencana manusia akan tetapi itu adalah rencana Tuhan karena melalui hambatan tersebut dampak pintu pendidikan, baik pendidikan Teologi maupun pendidikan umum sudah terbuka dan berhasil sehingga jumlah gembala dari Jemaat Bethani Bomou I sampai hari ini sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang terdiri dari STP 3 (tiga) orang; STA 17 (tujuh belas) orang; STT D3 2 (dua) orang; STT S1 11 (sebelas) orang; STT S2 3 (tiga) orang.
























C.   KEADAAN JEMAAT BETHANI BOMOU I

      I.            Berdirinya Jemaat
1.     Nama Jemaat            : Bethani Bomou I
2.     Jenis Sidang              : Organisir 
3.     Tahun berdirinya      : 1951
4.     Pendiri                      : Pdt. Ch. D. Paksoal
5.     Majelis Pertama        : Degamoye Pakage dan Eniyamoye Kotouki

   II.            Keadaan Organisasi Jemaat
1.     Keadaan Gembala Sidang
Jumlah Gembala yang pernah tugas di Jemaat Bethani Bomou I tahun 1951 – 2014 adalah sebanyak : 30 Orang.
Nama-nama yang pernah tugas Jemaat Bethani Bomou I tahun 1951 – 2014 adalah sebagai berikut :
1.     Pdt. Ch. D. Paksoal (1951-1962
2.     Pdt Thomas Adii (1962-1972)
3.     Pdt Pilemon Pakage (1972-1980)
4.     Pdt Mathius Pakage (1981-1992)
5.     Pdt Kornelis Pekey
6.     Pdt Abner Pakage (1983-1985)
7.     Pdt Petrus Dawapa
8.     Pdt Yulius Edoway
9.     Pdt Daniel Kotouki (1988-1991)
10.             Pdt Mesak Pakage
11.             Pdt Dance Kotouki
12.             Pdt Yohan Adii
13.             Pdt Yahya Mote
14.             Pdt Yermias Giay
15.             Pdt Timotius Goo
16.          Pdt Mansur Agapa (2002-2003)
17.          Ev. Andrian Pigome (2001-2003)
18.          Pdt Mathius Edoway (1998-2003)
19.          Pdt Willem Edoway (2003-2007)
20.          Ev. Albert Pekey (2003-2007)
21.          Ev. Obaja Pakage (2003-2007)
22.          Ev. Arnol Pakage (2003-2007)
23.          Pdt Yermis Edoway (2007-2012)
24.          Pdt Mikha Mote (2007-2012)
25.          Ev. Yosua Pakage (2007-2012)
26.          Ev. Melkias Kotouki (2007-2012)
27.          Pdt Yus Kotouki (2013-2014)
28.          Pdt Yafet Ikomou (2013-2014)
29.         Ev. Basilian Adii (2013-2014)
30.          

2.     Keadaan Majelis
Jumlah Majelis yang pernah tugas di Jemaat Bethani Bomou I
Tahun 1951-2014 adalah sebanyak : 52 Orang
Nama-namanya adalah sebagai berikut :
1.     Eniyamoye Kotouki
2.     Degamye Pakage
3.     Piipai Pakage
4.     Karel Koto
5.     Beupi Pakage
6.     Amos Dogopia
7.     Daud Dogopia
8.     Simeon Edoway
9.     Timotius Pekey
10.            Timotius Kotouki
11.             Teyaipi Pakage
12.             Degemou Pekey
13.             Ayub Kotouki
14.             Obaja Ukago
15.             Yaweipode Pakage
16.             Isakh Kotouki
17.             Matias Tekege
18.             Dominggus Kotouki
19.             Dominggus Doo
20.             Yohanes Pekey
21.             Bedegamoye Pakage
22.             Urbanus Pekey
23.             Didimus Pakage
24.             Martina Kotouki
25.             Besina Pekey
26.             Agus Kotouki
27.             Martinus Pakage
28.            Paul Pekey
29.             Yakob Pakage
30.             Yerri Kotouki
31.             Willem Kotouki
32.            Yus Kotouki
33.             Pelipus Kotouki
34.             Melkias Kotouki
35.             Pius Edoway
36.             Otniel Kotouki
37.             Obaja Pakage
38.             Yustus Edoway
39.             Sepnard Pakage
40.             David Keiya
41.               Kuber Pakage
42.              Agus Doo
43.               Yusak Adii
44.               Anton Pekey
45.               Yusuf Kotouki
46.               Pius Pakage
47.               Yehuda Douw
48.               Pilipus Pekey
49.               Markus Adii
50.               Yance Gobay
51.               Mesak Pakage
52.              Yulius Pekey
53.               Mekki Pekey

3.     Keadaan Sekolah Minggu
Jumlah sekolah minggu yang pernah tugas di Jemaat Bethani Bomou I tahun 1951-2014 adalah sebanyak : 72 orang.
Nama-nama ketua sekolah minggu jemaat Bethani Bomou I 1951-2014 adalah sebagai berikut :
1.     Ny. Yuliana Mayani
2.     Ibu Pdt Thomas Adii
3.     Pdt Pilemon Pakage
4.     Mama Sopia Edoway
5.     Amos Dogopia
6.     Timotius Goo
7.     Didimus Pakage
8.     Mansur Agapa
9.     Elison Pakage
10.            Yan Pit Edoway
11.             Pdt Abraham Kotouki
12.           Pdt Yus Kotouki
13.           Yehuda Douw
14.           Pius Pakage
15.           Martinus Kotouki

Jumlah anggota sekolah minggu menurut tingkat :
1.     Jumlah anggota sekolah minggu dewasa sebanyak : 175 terdiri dari 24 kelompok sekolah minggu dewasa.
2.     Jumlah anggota sekolah minggu anak dan remaja sebanyak : 230 orang.
4.     Keadaan Pemuda
Nama-nama ketua pemuda jemaat Bethani Bomou I tahun 1951-2014 sebagai berikut :
1.     Gad Kotouki
2.     Mansur Agapa
3.     Yulian Kotouki
4.     Mesak Pakage
5.     Pius Edoway
6.     Mesak Youw
7.     Pelipus Pekey
5.     Keadaan Anak dan Remaja
Nama-nama yang pernah menjadi Ketua anak dan remaja Bethani Bomou I tahun 1951-2014 sebagai berikut :
1.     Yosia Pakage                 8. Nahor Dogopia
2.     Yahya Dogopia             9. Yance Pakage
3.     Mansur Agapa               10. Martinus Kotouki
4.     Dance Kotouki               11. Ones Pakage
5.     Obaja Ukago                  12. Emmy Pakage
6.     Paul Pekey
7.     Yulian Dogopia

III.            Keadaan Anggota Jemaat
1.     Jumlah Pendengar
Jumlah pendengar seluruhnya adalah sebanyak : 839 orang
2.     Keadaan Baptisan
Jumlah yang baptis tahun 1951-2013 adalah sebanyak : 1232 orang.
3.     Keadaan Kelahiran
………………………………………………………………………….
4.     Keadaan Kematian
…………………………………………………………………………
5.     Keadaan Pernikahan
Jumlah yang nikah di gereja sebanyak : 12 pasang
Dan jumlah yang nikah dirumah pastori sebanyak 56 pasang

6.     Keadaan Pendidikan
a.     Pendidikan Teologi
1.     Pendidikan buta huruf : 15 orang
2.     Pendidikan STP : 2 orang
3.     Pendidikan STA : 21 orang
4.     Pendidikan STTJ D3 : 1 orang
5.     Pendidikan STTJ S1 : 9 orang
6.     Pendidikan STTJ S2 : 3 orang

b.    Pendidikan Umum
1.     Pendidikan Jumlah SD : 200 lebih orang
2.     Pendidikan SMP : 200 lebih orang
3.     Pendidikan SMA : 254 orang
4.     Pendidikan D2 & D3 : 40 orang
5.     Pendidikan S1 : 80 lebih orang
6.     Pendidikan S2 : 1 orang

IV.            Keadaan Bangunan
a.     Keadaan gedung ibadah
1.     Gedung tuwa owa
2.     Gedung Idee Owa
3.     Gedung semi permanen bercat hijau
4.     Gedung Permanen lama yang masih ada
5.     Gedung permanen yang baru sekarang
b.    Keadaan Gedung Rumah Pastori
Jumlah Rumah Pastori sebanyak 3 gedung dan satu rumah pastori 80 % sudah selesai dan 20 % masih belum selesai.
c.      Keadaan Gedung Sekolah dan Perumahan Guru
1.     Gedung Sekolah
6 ruang belajar dan 1 ruang kantor untuk SD dan 6  ruang belajar dan 1 ruang perpustakaan untuk SMP.
2.     Perumahan Guru
2 kopel 4 pintu untuk SD dan 1 kopel 2 pintu untuk SMP

   V.            Keadaan Lokasi gereja dan sekolah
1.     Bagian timur perbatasan dengan …………….
2.     Bagian barat perbatasan dengan …………….
3.     Bagian utara perbatasan dengan …………….
4.     Bagian selatan perbatasan dengan …………...












D.    MASA PELAYANAN PARA PIONER HAMBA-HAMBA TUHAN DAN KEADAAN JEMAAT SEJAK TAHUN 1950 HINGGA TAHUN 2014 (SEKARANG)

I.                   Pdt. Pertama             : Ch. D. Paksoal
Masa Pelayanan        : 1951 s/d 1962 (11Thn)
Jumlah Jemaat          : 300 Orang
Majelis Pertama        : 2 Orang
1.     Eniyamoye Kotouki (Daud Kotouki)
2.     Degamoye Pakage          (Adolof  Pakage)
3.     Barnabas Pakage
4.     Karel Koto
Pada saat itu, Badan Fungsional Yakni (Komisi Anak dan Remaja, Komisi Pemuda-pemudi dan Komisi Pemberdayaan Perempuan) belum ada.
Seteleh jemaat makin bertambah banyak maka tenaga Majelis perlu ditambah 2 (dua) orang lagi yakni :
1.     Barnabas Pakage
2.     Karel Koto

II.                 Pelayanan Pdt. Tomas Adii
Ø Masa Pelayanan       : 1962-1980
Ø Jumlah Jemaat         :
Ø Nama-nama Majelis :
1.     Adolof  Pakage
2.     Daud Kotouki
3.     Amos Dogopia
4.     Daud Dogopia
5.     Timotius Pekey
6.     Andreas Pakage
7.     Timotius Kotouki
8.     Ayub Kotouki
Ø Badan fungsional dalam jemaat belum ada waktu itu
Ø Jumlah Jemaat yang dibaptis   .......?


III.             Pdt. Pilemon Pakage
Ø Masa Pelayanan (1962-1980)
Ø Jumlah Jemaat         : 1.000 Lebih
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Adolof  Pakage
2.     Daud Kotouki
3.     Mathius Tekege
4.     Amos Dogopia
5.     Ishak Kotouki
6.     Andreas Pakage
7.     Dominggus Kotouki
8.     Dominggus Doo
9.     Martina Kotouki
10.                      Betina Pekei
11.                      Demianus Pakage (Bedegamoye)
12.                      Yohanes Pekey
13.                      Petrus Pekei
14.                      Agus Kotouki
Ø Badan Fungsional Jemaat
Pendiri Komisi Anak dan Remaja (Yosia Pakage dan Pdt. Jhon Dogopia)

Pendiri Pemuda                           :  ........................ 
Ketua Pemuda pertama               :  ........................
Jumlah anggota Pemuda              :  ........................

Pendiri Perkawan                        :  ........................ 
Ketua Perkawan                          :  ........................
Jumlah anggota Perkawan           :  ........................
Ø Jumlah Jemaat yang di Baptis : .................?


IV.            Pdt. Matius Pakage
Ø Masa Pelayanan       : 11 Tahun
Ø Jumlah Jemaat                  :  .........   Orang
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Adolof  Pakage
2.     Daud Kotouki
3.     Isakh Kotouki
4.     Yus Kotouki
5.     Pius Edowai
6.     Agus Kotouki
7.     Melkias Kotouki
8.     Obaja Pakage
9.     Pilipus Kotouki
Ø Badan Fungsional Jemaat
1.     Komisi anak dan Remaja (ada)
2.     Pemuda/i (ada)
3.     Perkawan (ada)
Ø  Jumlah Jemaat yang di Baptis : .................?
Catatan :
1.     Ketua Pemuda Pertama : .................?
2.     Ketua Pekawan Pertama         : .................?

V.               Pdt. Yulius Edowai
Ø Masa Pelayanan       : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat                  :  .........   Orang
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Adolof Pakage
2.     Daud Kotouki
3.     Matias Pakage
4.     Paul Pekei
5.     Isakh Kotouki
6.     Pius Edowai
7.     Agus Kotouki
8.     Obaja Pakage
9.     Pilipus Kotouki
10.                      Yus Kotouki

Ø Badan Fungsional Jemaat
4.     Komisi anak dan Remaja (ada)
5.     Pemuda/i (ada)
6.     Perkawan (ada)
Ø  Jumlah Jemaat yang di Baptis : .................?

VI.            Pdt. Abner Pakage
Ø Masa Pelayanan       : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat         :  .........   Orang
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Daud Kotouki
2.    
Diganti pada tanggal 4-1 1997
Isakh Kotouki (Diganti Kuber Pakage)
3.     Pius Edowai
4.     Melkias Kotouki
5.     Obaja Pakage
6.     Martinus Pakage
7.     Agus Kotouki
8.     Wilem Kotouki (diganti Sepnard Pakage)
9.     Otniel Kotouki
10.                      Yus Kotouki
11.                      David Keiya

Ø Badan Fungsional Jemaat
1.     Komisi Anak dan Remaja (ada)       : ...... ?
2.     Pemuda/i (ada)              : ...... ?
3.     Perkawan (ada)             : ...... ?
 Jumlah Jemaat yang di Baptis : .................?

VII.         Pdt. Daniel Kotouki
Ø Masa Pelayanan       : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat         :  .........   Orang
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Daud Kotouki
2.     Isakh Kotouki
3.     Pius Edowai
4.     Melkias Kotouki
5.     Obaja Pakage
6.     Martinus Kotuki
7.     Agus Kotouki
8.     Willem Kotouki


Ø Badan Fungsional Jemaat
1.     Komisi Anak dan Remaja (ada)       : ......?
2.     Pemuda/i (ada)              : ......?
3.     Perkawan (ada)             : ......?
Ø Jumlah Jemaat yang di Baptis : .................?

VIII.      Pdt. Mansur Agapa
Ø Masa Pelayanan       : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat         :  .........   Orang
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Agus Kotouki
2.     Yusuf  Kotouki
3.     Melkias Kotouki
4.     Otniel Kotouki
5.     Yusak Adii
6.     Sepnard Pakage
7.     Anton Pekei
8.     Martinus Pakage
9.     Obaja Pakage
10.                      Kuber Pakage
11.                      Pilipus Pekei
Ø Badan Fungsional Jemaat
1.     Komisi anak dan Remaja (ada)        : ......?
2.     Pemuda/i (ada)              : ......?
3.     Perkawan (ada)             : ......?
Ø Jumlah Jemaat yang di Baptis : .................?

IX.            Pdt. Willem Edowai, Arnor Pakage, Ev. Matius Edowai
Ø Masa Pelayanan       : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat                  :  .........   Orang
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Kuber Pakage
2.     Agus Kotouki
3.     Sepnard Pakage
4.     Pius Pakage
5.     Pilipus Pekei
6.     Markus Adii
7.     Yehuda Douw
8.     Yance Gobai
9.     Marthinus Pakage

Ø Badan Fungsional Jemaat
1.     Komisi Anak dan Remaja (ada)       : ......?
2.     Pemuda/i (ada)              : ......?
3.     Perkawan (ada)             : ......?
Ø Jumlah Jemaat yang di Baptis : .................?


X.               Pdt. Yafet Ikomou, Yustus Kotouki, Ev. Obaja Pakage, Ev. Basilian Adii
Ø Masa Pelayanan       : ........ Tahun
Ø Jumlah Jemaat                  :  .........   Orang
Ø Nama-nama Majelis sebagai berikut :
1.     Kuber Pakage
2.     Agus Kotouki
3.     Sepnard Pakage
4.     Pius Pakage
5.     Yance Gobai
6.     Pilipus Pekei
7.     Marthinus Pakage
8.     Anton Pekei
9.     Yulius Pekei
10.                      Yusuf Kotouki (Ganti Mesak Pakage)
11.                       Jehuda Douw ganti Meki Pekei
12.                       Markus Adii
Ø Badan Fungsional Jemaat
4.     Komisi Anak dan Remaja (ada)       : ......?
5.     Pemuda/i (ada)              : ......?
6.     Perkawan (ada)             : ......?
Ø Jumlah Jemaat yang dibaptis : .................?



Jumlah Gembala Pendeta   : ...................... ?
Jumlah                               : ...................... ?
Jumlah Pegawai                 : ...................... ?
Jumlah Jemaat Sekarang   : ...................... ?

Pemekaran Jemaat dari Bethani Bomou yaitu :
1.     Bomou III
Pada masa dan tahun dan berapa jumlah jiwa yang  pindah (Majelis, Perkawan, Anak Remaja ....?
2.     Bomou II
Pada masa dan tahun dan berapa jumlah jiwa yang  pindah (Majelis, Perkawan, Anak Remaja ....?
3.     Odedimi
Pada masa dan tahun dan berapa jumlah jiwa yang  pindah (Majelis, Perkawan, Anak Remaja ....?


By : Pdt. Yusak Pekey, S.Th
Yusuf Kotouki
Benyamin Kotouki